Focus Group Discussion mengenai Pemerataan Investasi Melalui Pengembangan Potensi Wisata Usia Lanjut Di Provinsi Bali

Kamis, 03 Agustus 2017




Pada hari Rabu 2 Agustus 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali mengadakan kegiatan Focus Group Discussion mengenai Pemerataan Investasi Melalui Pengembangan Potensi Wisata Usia Lanjut Di Provinsi Bali. Acara ini diselenggarakan di Gedung Melati, Lantai 3, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali. Acara Focus Group Discussion mengenai Pemerataan Investasi Melalui Pengembangan Potensi Wisata Usia Lanjut Di Provinsi Bali dipandu oleh MC, selanjutnya dipimpin moderator yaitu Bapak I Ketut Sudibya, SH, MAP. Narasumber pertama adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bali Bapak Ida Bagus Made Parwata, SE, M.Si. Narasumber kedua adalah Bapak Prof. DR. Dr. Ketut Sukardika, Sp.MK selaku Ketua BRTA (Bali Retirement Tourismn Authority). Narasumber ketiga adalah Bapak Kadek Darmayasa Karang selaku perwakilan ASITA (Asosiasi Travel Agent Indonesia) Bali.

Berdasarkan paparan dari Bapak Ida Bagus Made Parwata, SE, M.Si ada 3 lokasi di Bali yang bisa dijadikan sebagai daerah tujuan wisatawan lanjut usia yaitu Pulukan (Jembrana), Payangan (Gianyar), dan Tulamben (Karangasem). Lalu, berdasarkan paparan dari Bapak Prof. DR. Dr. Ketut Sukardika, Sp.MK disini BRTA perlu bersinergi dengan instansi lain seperti Dinas Pariwisata dalam hal promosi dan pemasaran, Dinas Kesehatan dalam hal akreditasi dan SDM medis, Kanwil Kum Ham dalam hal regulasi visa dan penjaminan, Bank Indonesia dalam hal arus uang antar negara dan asuransi, serta Dinas Penanaman Modal dan PTSP dalam hal regulasi investasi dan perijinan. Wisata usia lanjut ini bisa menguntungkan karena selain dihitung dari jumlah wisatawan usia lanjut itu sendiri, kegiatan ini juga bisa menarik minat dari anak dan cucu mereka untuk berkunjung ke Bali.

Berdasarkan paparan dari Bapak Kadek Darmayasa Karang, destinasi wisata usia lanjut harus sesuai dengan kebutuhan serta kepribadian orang tua. Selain atraksi wisatanya yang harus dapat menyenangkan hati orang tua, kelengkapan fasilitas di tempat tujuan juga harus diperhatikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Di penghujung acara, salah satu perwakilan dari Biro Aset (dibawah Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) menyebutkan bahwa aset provinsi tersebar di seluruh kabupaten mengacu pada peraturan yang ada. Wisata usia lanjut ini agar bisa ada di masing-masing kabupaten dan sertifikatnya harus jelas. Selain itu perlu adanya kerja sama dengan DPMPTSP masing-masing Kabupaten/Kota